Hallo minna-san, apa kabar? Lama ngga nge blog ya hehe maaf soalnya banyak tugas menanti menjelang uas maklum mahasiswi. Gimana lebarannya minna-san? Ada yang mudik? Atau malah jagain rumah orang-orang yang mudik? Sabar ya minna hehee...Jadi kali ini saya mau cerita tentang pengalaman saya steril kucing kesayangan saya di rumah, namanya Pingi. Ada yang udah pernah dengar apa itu steril? Kalau belum saya jelasin dikiiit aja. Jadi, Sterilisasi adalah mengangkat organ reproduksi pada kucing baik itu betina maupun jantan. Kalau jantan biasa disebut "kebiri" (neuter). Dan untuk betina adalah "steril" (spay). Nah, proses sterilisasi ini dilakukan oleh dokter hewan dengan dibius terlebih dahulu. Kemudian, kucing yang sudah disteril biasanya tidak sadarkan diri dan perlu melakukan recovery agar bisa kembali beraktivitas. Saya sendiri sudah mensterilkan 6 kucing saya di rumah dari total 8 ekor kucing. Hmmmm............. Pingi kucing jantan kesayangan saya umurnya 2.5 tahun dan dia gendut banget, harusnya sih udah masuk masa birahi waktu sebelum umur setahun. Tapi dia sampai umur setahun nggak ada keinginan mau kawin dan malah tertarik sama kucing tetangga yg samasama............ JANTAN! Akhirnya daripada terus berlanjut saya bertekad untuk mensterilkan dia. Awalnya saya nggak mau steril kucing jantan saya karena saya pikir mereka nggak akan macam-macam tapi ternyata saya salah. Ternyata kucing jantan pun jika mau umurnya panjang harus steril juga. :(
Pingi
Hal yang saya takutkan kalau kucing saya disteril adalah pasca sterilnya. Karena kucing saya rata-rata semi outdoor dan kadang malah main sampai lupa waktu di kebun orang. Menurut sumber yang banyak saya cari, kucing pasca steril itu minimal seminggu di dalam rumah dan nggak boleh melakukan aktivitas yang berat. Yak si Pingi ini akhirnya saya pingit selama kurang lebih seminggu didalam rumah, kebetulan saya pun lagi libur kuliah selama sebulan jadi saya bisa sekalian mengawasinya di rumah. Sesekali saya ajak keluar rumah di rooftop, tapi hanya sebentar. Khawatir bila bekas luka operasinya masih basah dan khawatir akan kotor jika berlama-lama di luar rumah. Seminggu itu terasa amat lama karena si kucing nggak bisa keluar dengan bebas seperti biasa. I'm so sorry baby, dan akhirnyaaaa seminggu itupun terlewati. Sekarang sudah setahun lebih setelah Pingi di steril. Manfaat yang saya dapat dari mensteril kucing saya ini apa saja yaaa? Pertama, si Pingi ini jauh lebih anteng di rumah dia jadi jarang banget jalan-jalan keluar rumah. Kedua, kucing jadi playful! Kok bisaaaa? Jelas! Si kucing sudah tidak memiliki hasrat untuk bereproduksi, di dalam pikirannya jadi hanya bemain saja seperti kitten. Dan maaaasih banyak lagi manfaat yang saya dapat dari mensterilkan kucing saya. Yuk, tunggu apa lagi. Kalau kalian cat lover sejati pasti bakalan melek realita dong yaa. Indonesia kita tercinta overpopulasi kucing liar. Hayooo yang punya kucing udah steril kucingnya belum?

0 comments:
Post a Comment