MINGGU 1
Isnin, 9 Julai 2018
Hari senin adalah hari pertama saya mengajar di SMK Taman Desa Skudai. Saat saya memasuki kelas untuk pertama kalinya, saya merasa sangat nervous and a little like an under pressure feeling. Karena ini adalah kali pertama saya akan melaksanakan latihan mengajar langsung dilapangan. It was really different place. Walaupun Indonesia dan Malaysia berdekatan bahkan serumpun, budaya di Malaysia sangatlah berbeda. Mulai dari bahasa yang berbeda, keberagaman masyarakatnya sampai dengan cara belajar mereka pun berbeda dengan Indonesia. Saya ditugaskan untuk mengajar kelas 4 UTHM, guru pamong saya mengatakan bahwa kelas ini adalah kelas yang lumayan pintar pada tingkatan Form 4. I was so surprised, because I never imagine if I would like to teach them. Pada hari pertama saya mengajar, saya kurang persiapan karena jujur saja saya tidak mengetahui lesson plan di sekolah ini seperti apa. Disaat saya bertanya kepada guru pamong saya, dia hanya mengatakan tidak perlu mengacu pada lesson plan sehingga ia tidak memberikan saya contoh lesson plan seperti apa yang saya harus gunakan. Namun disaat hari pertama saya mengajar, ia menanyakan kepada saya dimana lesson plan untuk hari ini. Saya bingung, akhirnya saya memberikan pelajaran seadanya pada mereka, pelajaran yang saya ambil dari buku comprehension yang biasa dipakai untuk reading comprehension section. Kelas dihari Senin ini berjalan selama satu jam atau dua massa. Satu massa (satu pertemuan) adalah 30 menit. Saat 30 menit pertama, saya gunakan untuk mengenal mereka dan nama mereka satu persatu. 30 menit kedua saya gunakan untuk mengoreksi pekerjaan yang mereka lakukan. Dalam pelajaran ini mereka diharuskan membaca dengan saksama tentang Malaysian Mental Health Issues, lalu mereka menjawab pertanyaan yang telah disediakan related to the written text. Hari pertama saya lewati dengan nervous yang luar biasa karena siswa di kelas itu menatap saya dengan tatapan aneh dan merasa tidak nyaman dengan keberadaan saya, ditambah tatapan guru pamong saya yang mengintimidasi.
Selasa, 10 Julai 2018
Hari kedua saya mengajar, saya sudah persiapkan materi dengan baik. The material was so simple, I asked them to make a summary from the written paragraphs last day. Karena saya tidak mendapatkan lesson plan yang harus saya gunakan setiap harinya, pada akhirnya saya bertanya kepada rekan saya yang juga mengajar Form 4. Setelah saya membuatnya, saya menggunakannya untuk hari ini. Kelas Bahasa Inggris hari ini berjalan selama dua massa atau dua pertemuan, yaitu selama satu jam kedepan. 30 menit pertama I did the reflection of the last day lessons. Yaitu tentang reading comprehension bertema mental health. Setelah saya merefleksi kegiatan kemarin, mereka sedikit tertarik dengan keberadaan saya di kelas mereka. Mereka mulai mau bertanya dan berinteraksi dengan saya. Mereka mulai kooperatif dengan saya. Walaupun jujur saja saya masih merasa under pressure karena guru pamong saya yang selama satu jam mengawasi gerak gerik saya mengajar. Jujur hal ini agak mengganggu performa saya ketika mengajar, karena saya merasa dibawah tekanan dan terlebih tatapannya yang seakan-akan mengintimidasi. Ketika pelajaran usai, teman saya berkata guru pamong saya mengomentari saya selama mengajar. Guru pamong saya berkata bahwa saya tidak berbakat dan tidak bisa mengajar layaknya seorang guru. Seketika saya merasa down dan ingin menangis. Kedatangan saya ke sekolah itu adalah untuk belajar dan dibimbing namun guru pamong saya sendirilah yang berbicara seperti itu. Bahkan lesson plan saja saya tidak diberikan. Tapi kelas pada hari ini berjalan dengan lancar sesuai dengan lesson plan yang saya buat.
Rabu, 11 Julai 2018
Materi untuk hari ini saya buat dengan simple agar siswa mudah mengerti. Walaupun mereka salah satu kelas terbaik, ada beberapa dari mereka yang tidak mengerti Bahasa Inggris. Terutama mereka etnis China, pada kesehariannya mereka masih menggunakan bahasa China. Walaupun mereka lahir dan besar di Malaysia, mereka tetap berbahasa China dalam kesehariannya. Hal ini menjadikan salah satu kendala yang cukup mengganggu ketika saya mengajar di kelas. Karena rata-rata siswa kelas 4 UTHM adalah siswa yang beretnis China. Sebagian lagi adalah etnis India dan Melayu. Mereka menggunakan bahasa Melayu untuk berkomunikasi dengan siswa antar etnis. Tetapi pada dasarnya dalam kelas mereka berkubu, etnis China hanya berkumpul dengan sesamanya, India dengan sesamanya dan Melayu pun demikian. Saya agak shocked melihat keadaan seperti ini. Kebetulan pada hari ini guru pamong saya tidak dapat hadir melihat saya di kelas. Jadi hal itu saya pergunakan untuk lebih mengenal siswa dan siswi di kelas 4 UTHM dengan banyak mengobrol dan berinteraksi dengan mereka. Namun mereka tetap harus menyelesaikan pekerjaan yang saya berikan. Pelajaran yang saya berikan adalah fill in the blank paragraph, while I speak about the paragraph they listen and fill the blank words. I feel I did quite well on my performance today.
Khamis, 12 Julai 2018
Hari terakhir dalam minggu pertama saya gunakan sebaik mungkin untuk lebih mengenal kelas 4 UTHM. Materi yang saya ajarkan pada akhir minggu ini adalah tentang literature, yaitu poem. I choose poem because it was quite interesting. Before I start the new lessons, I asked them to remember the last lesson. And almost of them were remembered. Setelah itu saya menanyakan kepada mereka apakah pernah belajar tentang poem? They said yes, but after I asked them about have they made a short poem they said never. Even they didn’t knew the structure of poems. So I give them a short explanations about poem. Saya meminta mereka untuk membuat short poem setelah selesai menjelaskan apa itu poem dan bagaimana cara membuat poem. Mereka sedikit kesulitan dan keberatan ketika saya meminta mereka untuk membuatnya satu orang satu poem. Lalu saya memberikan keringanan pada mereka agar mereka membuat poem secara berkelompok. Mereka mengerjakannya dengan baik dan benar. Kelas berjalan efektif hari ini, performa mengajar saya pun semakin baik.
MINGGU 2
Isnin, 16 Julai 2018
Hari pertama di minggu kedua saya buka dengan pelajaran tentang descriptive text. Pelajaran yang biasanya diajarkan pada bangku SMP di Indonesia. Seperti biasa saya melakukan apersepsi dengan menanyakan pelajaran yang sebelumnya telah dipelajari di kelas Bahasa Inggris. Almost of them were great, they remembered the last lesson that I gave them. Ketika saya bertanya pada mereka apakah pernah belajar tentang descriptive text, they said no. They didn’t know what descriptive text is and what the structure of descriptive text. Saya memberikan penjelasan yang simple namun padat tentang descriptive text selama kurang lebih 30 menit, saya pun memberi mereka contoh descriptive text. Setelah saya memberikan contoh dan penjelasan pada mereka, saya memberi mereka tugas untuk membuat contoh descriptive text related to the mental illness. Like the description about depressions, phobia, anxiety and etc. Beberapa siswa mengerjakan dengan baik dan benar sesuai dengan perintah, namun beberapa tidak mengerjakan tugas yang saya berikan. Kebanyakan dari mereka adalah siswa etnis China. Mereka tidak mengerjakan tugas tentang descriptive text dan malah menyepelekannya. But overall everything goes better, I made the class became more active.
Selasa, 17 Julai 2018
I gave them a work sheet about mental health issues that happened in Malaysia. The title is about most of Form 4 students in Malaysia facing the mental health disorder. Saya memilih judul dan tema ini karena berkaitan dengan tingkatan kelas yang saya ajarkan, yaitu Form 4. Saya ingin mengetahui apakah benar issue yang beredar tentang siswa Form 4 yang mengalami gangguan mental itu benar adanya. Setelah mereka membaca paragraf tertulis yang saya bagikan, saya meminta mereka menjawab soal yang berkaitan dengan tulisan tersebut yang berada dihalaman belakangnya. Mereka menjawabnya dengan baik dan banyak bertanya kepada saya jika tidak mengerti dengan pertanyaan yang tertulis pada work sheet mereka. After finished their work, I asked them to submit their work to me. Kelas berjalan baik dan lancar, saya mulai merasa nyaman berada di kelas ini.
Rabu, 18 Julai 2018
Hari ini saya mengajar hanya satu massa yaitu 30 menit. Pelajaran hari ini hanya merefleksi pelajaran dan mengoreksi bersama pekerjaan yang telah dilaksanakan hari sebelumnya. Untuk tugas hari ini, mereka saya minta untuk membuat summary yang baik tentang pelajaran kemarin. Karena waktu yang begitu singkat. Setelah itu saya meminta mereka untuk mengumpulkannya dan saya memanggil mereka secara acak untuk membacakan summary yang mereka buat. Kelas menjadi lebih hidup pada minggu kedua, saya merasa senang mengajar mereka. Semakin hari mereka semakin kooperatif dan semakin baik kepada saya.
Khamis, 19 Julai 2018
Hari ini adalah hari dimana assessor dari UTM menilai saya. Saya hanya memiliki waktu 30 menit di kelas selama penilaian. Hari itu saya gugup dan nervous saya kembali melanda. Saya tidak dapat berfikir jernih. Tetapi saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan ketika di kelas, karena saya sudah mempersiapkannya dengan matang dimalam sebelum penilaian. Saya memilih untuk mengajar persuasive text. Karena penjelasannya simple dan mudah dipahami siswa. Ketika Dr. Aishah datang untuk menilai, saya merasa amat gugup dan tegang. Namun ia memberikan saya nasehat dan masukan agar tidak merasa gugup. Saya senang sekali, ia begitu keibuan dan sangat paham perasaan saya. Ketika di kelas, walaupun saya nervous saya melakukan sebaik mungkin yang saya bisa. Kelas begitu kooperatif dan siswa tertarik dengan apa yang saya ajarkan karena mereka sebelumnya belum pernah belajar tentang persuasive text. Kelas berjalan dengan lancar hingga akhir penilaian, setelah itu saya memberikan mereka homework untuk membuat poster yang berisi tentang persuasive text dan saya meminta mereka untuk melakukan campaign di hari senin. Lalu Dr. Aishah memberikan nasehat dan saran yang baik setelah penilaian agar kedepannya saya bisa menjadi guru yang baik. Ia mengatakan karena saya terlalu nervous saya tidak begitu maksimal dalam mengajar, tetapi ia memakluminya. But today goes well and class became more active and cooperative. I love this class.
MINGGU 3
Isnin, 23 Julai 2018
Dalam minggu ketiga ini saya merasa semakin dekat dengan siswa dan siswi kelas 4 UTHM, mereka menjadi sangat baik dan kooperatif. Benar kata pepatah, tak kenal maka tak saying. Ketika mereka telah mengenal saya, saya pun merasa disayangi oleh mereka. Begitu pun saya, ketika saya sudah mengenal mereka dengan baik saya pun merasa sayang kepada mereka. Pelajaran di hari pertama di minggu terakhir saya adalah melanjutkan tentang persuasive text yang saya sudah berikan penjelasan diminggu sebelumnya. Saya juga menanyakan tentang homework yang saya berikan kepada mereka dihari kamis. Almost of them didn’t brought their homework, the reason was same they were forgot. Tetapi ada satu group yang membawa tugas mereka dan saya meminta mereka untuk melakukan campaign atau mempresentasikan poster yang telah mereka buat. The campaign goes well, after that I gave them task to made 6 examples of good persuasive text about eating disorder. They made the task and I ask them to wrote their work on the whiteboard. Lesson goes well today and I was so thankful because the last week I teach them everything goes really good. My mentor also said that my performance had the improvements.
Selasa, 24 Julai 2018
This is my last day to teach them. Walaupun ini adalah hari terakhir, saya tetap memberikan mereka pelajaran dan tugas, saya memberikan mereka pelajaran tentang narrative text. Saya memberikan mereka work sheet berisi tentang folklore yang ada di Malaysia, saya menunjuk mereka secara acak untuk membaca folklore yang saya berikan.
Hal ini bertujuan agar mereka paham dan fokus dengan tulisan tersebut. Saya merasa sedih sekaligus senang. Sedih karena akan meninggalkan murid-murid yang begitu baik kepada saya, senang karena saya sebentar lagi akan pulang ke tanah air dan bertemu keluarga. Saya tidak pernah berpikir bahwa menjadi guru begitu terasa seperti ini. Jujur saja, saya baru menemukan passion mengajar ketika saya pergi KKN ke Malaysia ini. Sebelumnya bahkan saya tidak mengerti apa itu mengajar dan berpikir biasa saja. Namun semuanya berubah ketika saya turun langsung ke lapangan untuk mengajar. Menjadi guru begitu menyenangkan dan juga membanggakan. Lalu di hari terakir saya mengajar, saya memberikan mereka kuesioner seputar diri saya selama mengajar mereka. Ketika saya melangkah keluar dari kelas 4 UTHM, langkah saya begitu berat. Bahkan saya menangis karena mendengar mereka mengatakan ucapan perpisahan, saya begitu sedih dan tak kuasa mendengarnya. Bahkan menatap wajah mereka pun saya tak sanggup. Saya mengatakan kata-kata perpisahan berulang kali kepada mereka. Saya akhirnya melangkah keluar kelas yang begitu berharga, dan berharap suatu saat dapat bertemu mereka kembali.

0 comments:
Post a Comment