September 23, 2020

JOURNAL INTERNSHIP MALAYSIA 2018 (SUKA DUKA MENGAJAR DI NEGERI TETANGGA)

 

MINGGU 1

Isnin, 9 Julai 2018

Hari senin adalah hari pertama saya mengajar di SMK Taman Desa Skudai. Saat saya memasuki kelas untuk pertama kalinya, saya merasa sangat nervous and a little like an under pressure feeling. Karena ini adalah kali pertama saya akan melaksanakan latihan mengajar langsung dilapangan. It was really different place. Walaupun Indonesia dan Malaysia berdekatan bahkan serumpun, budaya di Malaysia sangatlah berbeda. Mulai dari bahasa yang berbeda, keberagaman masyarakatnya sampai dengan cara belajar mereka pun berbeda dengan Indonesia. Saya ditugaskan untuk mengajar kelas 4 UTHM, guru pamong saya mengatakan bahwa kelas ini adalah kelas yang lumayan pintar pada tingkatan Form 4. I was so surprised, because I never imagine if I would like to teach them. Pada hari pertama saya mengajar, saya kurang persiapan karena jujur saja saya tidak mengetahui lesson plan di sekolah ini seperti apa. Disaat saya bertanya kepada guru pamong saya, dia hanya mengatakan tidak perlu mengacu pada lesson plan sehingga ia tidak memberikan saya contoh lesson plan seperti apa yang saya harus gunakan. Namun disaat hari pertama saya mengajar, ia menanyakan kepada saya dimana lesson plan untuk hari ini. Saya bingung, akhirnya saya memberikan pelajaran seadanya pada mereka, pelajaran yang saya ambil dari buku comprehension yang biasa dipakai untuk reading comprehension section. Kelas dihari Senin ini berjalan selama satu jam atau dua massa. Satu massa (satu pertemuan) adalah 30 menit. Saat 30 menit pertama, saya gunakan untuk mengenal mereka dan nama mereka satu persatu. 30 menit kedua saya gunakan untuk mengoreksi pekerjaan yang mereka lakukan. Dalam pelajaran ini mereka diharuskan membaca dengan saksama tentang Malaysian Mental Health Issues, lalu mereka menjawab pertanyaan yang telah disediakan related to the written text. Hari pertama saya lewati dengan nervous yang luar biasa karena siswa di kelas itu menatap saya dengan tatapan aneh dan merasa tidak nyaman dengan keberadaan saya, ditambah tatapan guru pamong saya yang mengintimidasi.

Selasa, 10 Julai 2018

Hari kedua saya mengajar, saya sudah persiapkan materi dengan baik. The material was so simple, I asked them to make a summary from the written paragraphs last day. Karena saya tidak mendapatkan lesson plan yang harus saya gunakan setiap harinya, pada akhirnya saya bertanya kepada rekan saya yang juga mengajar Form 4. Setelah saya membuatnya, saya menggunakannya untuk hari ini. Kelas Bahasa Inggris hari ini berjalan selama dua massa atau dua pertemuan, yaitu selama satu jam kedepan. 30 menit pertama I did the reflection of the last day lessons. Yaitu tentang reading comprehension bertema mental health. Setelah saya merefleksi kegiatan kemarin, mereka sedikit tertarik dengan keberadaan saya di kelas mereka. Mereka mulai mau bertanya dan berinteraksi dengan saya. Mereka mulai kooperatif dengan saya. Walaupun jujur saja saya masih merasa under pressure karena guru pamong saya yang selama satu jam mengawasi gerak gerik saya mengajar. Jujur hal ini agak mengganggu performa saya ketika mengajar, karena saya merasa dibawah tekanan dan terlebih tatapannya yang seakan-akan mengintimidasi. Ketika pelajaran usai, teman saya berkata guru pamong saya mengomentari saya selama mengajar. Guru pamong saya berkata bahwa saya tidak berbakat dan tidak bisa mengajar layaknya seorang guru. Seketika saya merasa down dan ingin menangis. Kedatangan saya ke sekolah itu adalah untuk belajar dan dibimbing namun guru pamong saya sendirilah yang berbicara seperti itu. Bahkan lesson plan saja saya tidak diberikan. Tapi kelas pada hari ini berjalan dengan lancar sesuai dengan lesson plan yang saya buat.

Rabu, 11 Julai 2018

Materi untuk hari ini saya buat dengan simple agar siswa mudah mengerti. Walaupun mereka salah satu kelas terbaik, ada beberapa dari mereka yang tidak mengerti Bahasa Inggris. Terutama mereka etnis China, pada kesehariannya mereka masih menggunakan bahasa China. Walaupun mereka lahir dan besar di Malaysia, mereka tetap berbahasa China dalam kesehariannya. Hal ini menjadikan salah satu kendala yang cukup mengganggu ketika saya mengajar di kelas. Karena rata-rata siswa kelas 4 UTHM adalah siswa yang beretnis China. Sebagian lagi adalah etnis India dan Melayu. Mereka menggunakan bahasa Melayu untuk berkomunikasi dengan siswa antar etnis. Tetapi pada dasarnya dalam kelas mereka berkubu, etnis China hanya berkumpul dengan sesamanya, India dengan sesamanya dan Melayu pun demikian. Saya agak shocked melihat keadaan seperti ini. Kebetulan pada hari ini guru pamong saya tidak dapat hadir melihat saya di kelas. Jadi hal itu saya pergunakan untuk lebih mengenal siswa dan siswi di kelas 4 UTHM dengan banyak mengobrol dan berinteraksi dengan mereka. Namun mereka tetap harus menyelesaikan pekerjaan yang saya berikan. Pelajaran yang saya berikan adalah fill in the blank paragraph, while I speak about the paragraph they listen and fill the blank words. I feel I did quite well on my performance today.

Khamis, 12 Julai 2018

Hari terakhir dalam minggu pertama saya gunakan sebaik mungkin untuk lebih mengenal kelas 4 UTHM. Materi yang saya ajarkan pada akhir minggu ini adalah tentang literature, yaitu poem. I choose poem because it was quite interesting. Before I start the new lessons, I asked them to remember the last lesson. And almost of them were remembered. Setelah itu saya menanyakan kepada mereka apakah pernah belajar tentang poem? They said yes, but after I asked them about have they made a short poem they said never. Even they didn’t knew the structure of poems. So I give them a short explanations about poem. Saya meminta mereka untuk membuat short poem setelah selesai menjelaskan apa itu poem dan bagaimana cara membuat poem. Mereka sedikit kesulitan dan keberatan ketika saya meminta mereka untuk membuatnya satu orang satu poem. Lalu saya memberikan keringanan pada mereka agar mereka membuat poem secara berkelompok. Mereka mengerjakannya dengan baik dan benar. Kelas berjalan efektif hari ini, performa mengajar saya pun semakin baik.   

MINGGU 2

Isnin, 16 Julai 2018

Hari pertama di minggu kedua saya buka dengan pelajaran tentang descriptive text. Pelajaran yang biasanya diajarkan pada bangku SMP di Indonesia. Seperti biasa saya melakukan apersepsi dengan menanyakan pelajaran yang sebelumnya telah dipelajari di kelas Bahasa Inggris. Almost of them were great, they remembered the last lesson that I gave them. Ketika saya bertanya pada mereka apakah pernah belajar tentang descriptive text, they said no. They didn’t know what descriptive text is and what the structure of descriptive text. Saya memberikan penjelasan yang simple namun padat tentang descriptive text selama kurang lebih 30 menit, saya pun memberi mereka contoh descriptive text. Setelah saya memberikan contoh dan penjelasan pada mereka, saya memberi mereka tugas untuk membuat contoh descriptive text related to the mental illness. Like the description about depressions, phobia, anxiety and etc. Beberapa siswa mengerjakan dengan baik dan benar sesuai dengan perintah, namun beberapa tidak mengerjakan tugas yang saya berikan. Kebanyakan dari mereka adalah siswa etnis China. Mereka tidak mengerjakan tugas tentang descriptive text dan malah menyepelekannya. But overall everything goes better, I made the class became more active.

Selasa, 17 Julai 2018

I gave them a work sheet about mental health issues that happened in Malaysia. The title is about most of Form 4 students in Malaysia facing the mental health disorder. Saya memilih judul dan tema ini karena berkaitan dengan tingkatan kelas yang saya ajarkan, yaitu Form 4. Saya ingin mengetahui apakah benar issue yang beredar tentang siswa Form 4 yang mengalami gangguan mental itu benar adanya. Setelah mereka membaca paragraf tertulis yang saya bagikan, saya meminta mereka menjawab soal yang berkaitan dengan tulisan tersebut yang berada dihalaman belakangnya. Mereka menjawabnya dengan baik dan banyak bertanya kepada saya jika tidak mengerti dengan pertanyaan yang tertulis pada work sheet mereka. After finished their work, I asked them to submit their work to me. Kelas berjalan baik dan lancar, saya mulai merasa nyaman berada di kelas ini.

Rabu, 18 Julai 2018

Hari ini saya mengajar hanya satu massa yaitu 30 menit. Pelajaran hari ini hanya merefleksi pelajaran dan mengoreksi bersama pekerjaan yang telah dilaksanakan hari sebelumnya. Untuk tugas hari ini, mereka saya minta untuk membuat summary yang baik tentang pelajaran kemarin. Karena waktu yang begitu singkat. Setelah itu saya meminta mereka untuk mengumpulkannya dan saya memanggil mereka secara acak untuk membacakan summary yang mereka buat. Kelas menjadi lebih hidup pada minggu kedua, saya merasa senang mengajar mereka. Semakin hari mereka semakin kooperatif dan semakin baik kepada saya.

Khamis, 19 Julai 2018

Hari ini adalah hari dimana assessor dari UTM menilai saya. Saya hanya memiliki waktu 30 menit di kelas selama penilaian. Hari itu saya gugup dan nervous saya kembali melanda. Saya tidak dapat berfikir jernih. Tetapi saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan ketika di kelas, karena saya sudah mempersiapkannya dengan matang dimalam sebelum penilaian. Saya memilih untuk mengajar persuasive text. Karena penjelasannya simple dan mudah dipahami siswa. Ketika Dr. Aishah datang untuk menilai, saya merasa amat gugup dan tegang. Namun ia memberikan saya nasehat dan masukan agar tidak merasa gugup. Saya senang sekali, ia begitu keibuan dan sangat paham perasaan saya. Ketika di kelas, walaupun saya nervous saya melakukan sebaik mungkin yang saya bisa. Kelas begitu kooperatif dan siswa tertarik dengan apa yang saya ajarkan karena mereka sebelumnya belum pernah belajar tentang persuasive text. Kelas berjalan dengan lancar hingga akhir penilaian, setelah itu saya memberikan mereka homework untuk membuat poster yang berisi tentang persuasive text dan saya meminta mereka untuk melakukan campaign di hari senin. Lalu Dr. Aishah memberikan nasehat dan saran yang baik setelah penilaian agar kedepannya saya bisa menjadi guru yang baik. Ia mengatakan karena saya terlalu nervous saya tidak begitu maksimal dalam mengajar, tetapi ia memakluminya. But today goes well and class became more active and cooperative. I love this class.

MINGGU 3

Isnin, 23 Julai 2018

Dalam minggu ketiga ini saya merasa semakin dekat dengan siswa dan siswi kelas 4 UTHM, mereka menjadi sangat baik dan kooperatif. Benar kata pepatah, tak kenal maka tak saying. Ketika mereka telah mengenal saya, saya pun merasa disayangi oleh mereka. Begitu pun saya, ketika saya sudah mengenal mereka dengan baik saya pun merasa sayang kepada mereka. Pelajaran di hari pertama di minggu terakhir saya adalah melanjutkan tentang persuasive text yang saya sudah berikan penjelasan diminggu sebelumnya. Saya juga menanyakan tentang homework yang saya berikan kepada mereka dihari kamis. Almost of them didn’t brought their homework, the reason was same they were forgot. Tetapi ada satu group yang membawa tugas mereka dan saya meminta mereka untuk melakukan campaign atau mempresentasikan poster yang telah mereka buat. The campaign goes well, after that I gave them task to made 6 examples of good persuasive text about eating disorder. They made the task and I ask them to wrote their work on the whiteboard. Lesson goes well today and I was so thankful because the last week I teach them everything goes really good. My mentor also said that my performance had the improvements.  

Selasa, 24 Julai 2018

This is my last day to teach them. Walaupun ini adalah hari terakhir, saya tetap memberikan mereka pelajaran dan tugas, saya memberikan mereka pelajaran tentang narrative text. Saya memberikan mereka work sheet berisi tentang folklore yang ada di Malaysia, saya menunjuk mereka secara acak untuk membaca folklore yang saya berikan. 

 

Hal ini bertujuan agar mereka paham dan fokus dengan tulisan tersebut. Saya merasa sedih sekaligus senang. Sedih karena akan meninggalkan murid-murid yang begitu baik kepada saya, senang karena saya sebentar lagi akan pulang ke tanah air dan bertemu keluarga. Saya tidak pernah berpikir bahwa menjadi guru begitu terasa seperti ini. Jujur saja, saya baru menemukan passion mengajar ketika saya pergi KKN ke Malaysia ini. Sebelumnya bahkan saya tidak mengerti apa itu mengajar dan berpikir biasa saja. Namun semuanya berubah ketika saya turun langsung ke lapangan untuk mengajar. Menjadi guru begitu menyenangkan dan juga membanggakan. Lalu di hari terakir saya mengajar, saya memberikan mereka kuesioner seputar diri saya selama mengajar mereka. Ketika saya melangkah keluar dari kelas 4 UTHM, langkah saya begitu berat. Bahkan saya menangis karena mendengar mereka mengatakan ucapan perpisahan, saya begitu sedih dan tak kuasa mendengarnya. Bahkan menatap wajah mereka pun saya tak sanggup. Saya mengatakan kata-kata perpisahan berulang kali kepada mereka. Saya akhirnya melangkah keluar kelas yang begitu berharga, dan berharap suatu saat dapat bertemu mereka kembali.

August 27, 2018

Review Dove Go Fresh Deodorant

Hallo minna-san, apa kabar? Semoga baik-baik ya semua. Jadi sesuai dengan judulnya, kali ini saya mau review salah satu produk yang saya pakai. Apa itu? Okay, nama produknya itu Dove Go Fresh Deodorant. Yakkkk betul deodorant. Kenapa saya pilih review produk ini? Karena saya sukaaaaa sekali dengan si kecil yang banyak membantu hari-hari saya. Langsung saja yaaa.
Jadi, pertengahan bulan Juli lalu saya dapat notifikasi dari Home Tester Club tentang saya yang berhak mendapatkan free sample. Saya kebetulan bulan Juli lalu ada pelatihan mengajar di Johor Bahru, Malaysia selama satu bulan. Jadiiiiii, ketika si sample ini datang ke rumah, saya masih ada di negeri orang. Padahal saya berharap banget bakalan datang sebelum saya berangkat tapi apadaya, yang penting si kecil ini sudah sampai di rumah dengan selamat yuhuuu...... 😂😂
Oke langsung saja ini dia penampakannya, kecil dan penampilannya itu lhooo eye catching banget makanya saya berharap bisa dapat free sample ini.




Pertama kali saya buka tutupnya itu langsung harum yang menyegarkan itu tercium. Menurut keterangannya sih harum dari cucumber alias mentimun perpaduan dengan green tea tapi menurut saya sih wanginya lebih ke bunga-bungaan. Tapi tetap menyegarkan!
Sebelumnya saya pernah pakai varian Dove Deodorant yang original warna biru, itu wanginya menurut saya lebih lembut dibanding wangi si hijau ini. Lalu bagaimana setelah memakainya? Hmmm, karena saya ini orangnya cenderung cepat berkeringat jadi saya pikir produk ini lumayan membantu. Keringat jadi tidak berbau, harumnya cukup tahan lama, dan yang pasti segar. Saya sering berada diluar ruangan dan cukup terbantu dengan si hijau ini. Ini menurut pengalaman saya sendiri setelah seminggu memakainya. Cocok untuk kalian yang banyak beraktivitas di luar ruangan seperti saya.
Mungkin segini dulu ya reviewnya, mungkin next time saya akan update lagi dari si kecil ini. See you!

August 12, 2018

Steril Kucing? Perlu Nggak Sih? Pengalaman Steril Kucing!

Hallo minna-san, apa kabar? Lama ngga nge blog ya hehe maaf soalnya banyak tugas menanti menjelang uas maklum mahasiswi. Gimana lebarannya minna-san? Ada yang mudik? Atau malah jagain rumah orang-orang yang mudik? Sabar ya minna hehee...Jadi kali ini saya mau cerita tentang pengalaman saya steril kucing kesayangan saya di rumah, namanya Pingi. Ada yang udah pernah dengar apa itu steril? Kalau belum saya jelasin dikiiit aja. Jadi, Sterilisasi adalah mengangkat organ reproduksi pada kucing baik itu betina maupun jantan. Kalau jantan biasa disebut "kebiri" (neuter). Dan untuk betina adalah "steril" (spay). Nah, proses sterilisasi ini dilakukan oleh dokter hewan dengan dibius terlebih dahulu. Kemudian, kucing yang sudah disteril biasanya tidak sadarkan diri dan perlu melakukan recovery agar bisa kembali beraktivitas. Saya sendiri sudah mensterilkan 6 kucing saya di rumah dari total 8 ekor kucing. Hmmmm............. Pingi kucing jantan kesayangan saya umurnya 2.5 tahun dan dia gendut banget, harusnya sih udah masuk masa birahi waktu sebelum umur setahun. Tapi dia sampai umur setahun nggak ada keinginan mau kawin dan malah tertarik sama kucing tetangga yg samasama............ JANTAN! Akhirnya daripada terus berlanjut saya bertekad untuk mensterilkan dia. Awalnya saya nggak mau steril kucing jantan saya karena saya pikir mereka nggak akan macam-macam tapi ternyata saya salah. Ternyata kucing jantan pun jika mau umurnya panjang harus steril juga. :(
Pingi 


Hal yang saya takutkan kalau kucing saya disteril adalah pasca sterilnya. Karena kucing saya rata-rata semi outdoor dan kadang malah main sampai lupa waktu di kebun orang. Menurut sumber yang banyak saya cari, kucing pasca steril itu minimal seminggu di dalam rumah dan nggak boleh melakukan aktivitas yang berat. Yak si Pingi ini akhirnya saya pingit selama kurang lebih seminggu didalam rumah, kebetulan saya pun lagi libur kuliah selama sebulan jadi saya bisa sekalian mengawasinya di rumah. Sesekali saya ajak keluar rumah di rooftop, tapi hanya sebentar. Khawatir bila bekas luka operasinya masih basah dan khawatir akan kotor jika berlama-lama di luar rumah. Seminggu itu terasa amat lama karena si kucing nggak bisa keluar dengan bebas seperti biasa. I'm so sorry baby, dan akhirnyaaaa seminggu itupun terlewati. Sekarang sudah setahun lebih setelah Pingi di steril. Manfaat yang saya dapat dari mensteril kucing saya ini apa saja yaaa? Pertama, si Pingi ini jauh lebih anteng di rumah dia jadi jarang banget jalan-jalan keluar rumah. Kedua, kucing jadi playful! Kok bisaaaa? Jelas! Si kucing sudah tidak memiliki hasrat untuk bereproduksi, di dalam pikirannya jadi hanya bemain saja seperti kitten. Dan maaaasih banyak lagi manfaat yang saya dapat dari mensterilkan kucing saya. Yuk, tunggu apa lagi. Kalau kalian cat lover sejati pasti bakalan melek realita dong yaa. Indonesia kita tercinta overpopulasi kucing liar. Hayooo yang punya kucing udah steril kucingnya belum?  





August 06, 2018

Kuliah Itu Santai? Masa Sih?


       Pertama kali saya mendengar kata kuliah, yang terlintas dalam pikiran saya adalah ‘santai’. Beberapa orang terdekat saya yang mana mereka sudah berkuliah mengatakannya kepada saya, bahwa kuliah tidak seperti dulu. Kuliah saat ini cenderung santai, bisa titip absen, mudah mendapatkan nilai baik dan lain-lain. Saya yang saat itu masih bersekolah di bangku kelas 3 SMA percaya saja dengan kata mereka. Saya tidak mempersiapkan diri untuk berkuliah karena yang saya pikir berkuliah itu santai dan tidak seperti yang orangtua katakan. Hingga saatnya tiba saya melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan, saya sedikit bingung dengan sistem belajar yang jauh berbeda dengan saat bersekolah. Ketika itu pula pikiran ‘kuliah santai’ yang bersarang dibenak saya hilang. Kuliah tetap sama sejak dulu, serius dan tidak ada kata santai di dalamnya.

Gambar: https://www.collegechoice.net

            Kuliah bukan hanya perkara duduk dan absen pun terisi, kuliah yang saya jalani bukan seperti yang orang-orang katakan. Bahkan sejak saya memasuki bangku perkuliahan, saya berpikir ingin rasanya untuk kembali lagi menjadi seorang anak SMA dengan seragam abu-abu. Memang jelas di sekolah jauh lebih banyak aturan dan tata tertib, walaupun demikian belajar dibangku perkuliahan jauh lebih melelahkan dibandingkan dengan saat bersekolah dahulu. Dalam perkuliahan mahasiswa dituntut untuk selalu berpikir kritis, meskipun dosen menjelaskan panjang lebar tentang materi mahasiswa tidak dapat selalu bergantung pada penjelasannya. Dalam mencari materi perkuliahan pun demikian, dosen menyerahkan judul materi lalu kita yang harus berpikir sendiri tentang materi tersebut.
           Di era yang modern ini, perkuliahan pun semakin berkembang ke arah yang lebih maju. Ketika dosen memberikan tugas dan menyuruh mahasiswa untuk mencari bahan belajar, kini telah dipermudah dengan kehadiran internet. Sekarang apapun yang kita cari akan tersedia melalui internet, yang mana fiturnya kini telah berkembang lewat ponsel pintar. Kuliah pada masa kini tidak sesulit dahulu, bahan materi belajar tidak sukar didapatkan. Apa mungkin inilah yang membuat orang-orang berkata bahwa kuliah itu ‘santai’? Menurut saya pribadi perkuliahan walaupun kini tren mencari bahan belajar mudah didapat, kuliah tetap menuntut mahasiswanya berpikir kritis dan memiliki wawasan yang luas. Tidak selalu harus bergantung pada materi yang tersebar luas di internet.
           Memang beberapa materi dapat dicari, namun hal ini tidak harus selalu dilakukan. Jika apapun materi yang dicari tersedia secara percuma di internet, kapan mahasiswa akan berpikir kritis? Mengikuti tren ada baiknya dan ada buruknya, jika memang tren tersebut banyak memunculkan hal yang merugikan dikemudian hari janganlah dilakukan terus menerus. Intinya menurut saya pribadi, perkuliahan itu menuntut mahasiswanya berpikir logis dan kritis dan tidak ada perkuliahan yang ‘santai’ karena semua jenjang pendidikan menuntut keseriusan. Mulai saat ini, mari menjadi mahasiswa yang berpikir logis dan kritis serta jauhi tren yang tidak baik.

June 21, 2017

Resep Dessert: Oreo Truffle

Gambar : http://life-in-the-lofthouse.com

Assalamuallaikum sista semuanya. Gimana puasanya? Udah ada yang bolong? Hayooooo...... saya sih dari awal puasa udah bolong huhu sebal 😓😔 semangat yaaa puasanya!
Hmmm..... biasanya kalau udah mau lebaran gini sista sibuk bikin kue kan di rumah? Nah lhooo jangan tergoda ya, nanti tiba-tiba icip-icip deh saking harumnya kue yang lagi dimasak. Hahaha semoga nggak ya sista. Oiya, kali ini karena momentnya pas lagi mau lebaran saya mau share satu resep dessert manis yang menurut saya pas buat dijadiin hidangan cemilan lebaran nih. Namanya Oreo Truffle, cara buatnya mudah banget nggak perlu dioven segala. Mau tau caranya? Yukk langsung aja ceki-ceki̴ 

Oreo Truffle 

Bahan :
  • Oreo 2 bungkus besar
  • Coklat putih (di tim) 
  • Susu kental manis 2 sachet 
  • Margarin secukupnya (dilelehkan)
Cara Membuat :
  1. Hancurkan oreo diplastik transparan sampai halus. Lalu pindahkan ke mangkuk
  2. Masukkan susu kental manis dan margarin cair, aduk-aduk hingga kalis dan dapat dibentuk menjadi bola-bola. Diamkan sampai mengeras
  3. Setelah didiamkan beberapa saat, celupkan ke dalam coklat putih yang sudah dilelehkan tadi. Masukkan ke kulkas tunggu kurang lebih 15 menit
  4. Keluarkan dari kulkas dan hidangkan. 


Hayo hayooooo gimana? Mudah banget kan? Saya seriiiing banget bikin truffle ini soalnya selain gampang dibuat, rasanya juga enaaaak. Kalo saya sih biasanya makan truffle ini sama susu full cream cair jadi rasanya nggak terlalu manis. Oiya susu kental manisnya sesuai selera aja ya sista, soalnya kadang ada yang nggak terlalu suka manisnya susu kental manis.
So, sampai disini dulu ya sista jangan lupa dicoba! See  you soon! ❤❤

June 19, 2017

Resep Macaroni Schotel Kukus Mudah dan Praktis






Haloooooo siapa disini yang cinta sama makaroni? Kalo iya kita sama, yeeeey~
Saya suka olahan makaroni entah digoreng, dipanggang, dikukus hmmm makanya saya bakal banyak posting resep kreasi makaroni disini hahahaha :") kali ini saya mau berbagi resep makaroni schotel yang versi dikukus. Soalnya di rumah ngga ada oven atau microwave jadi memanfaatkan yang ada demi menikmati makaroni tersayang. Oke langsung aja yuk yuk yuk~

Macaroni Schotel

Bahan :
- Makaroni    
- Lada 2 sdm atau sesuai selera
- Keju cheddar diparut                  
- Kornet sesuai selera
- Telur 2 butir
- Susu cair full cream 100ml        
- Penyedap rasa
- Alumunium foil                  
- Bombay 1/2 siung          
                                                   
Cara Membuat : 
1. Rebus makaroni hingga al dente kurang lebih 8 menit
2. Sambil menunggu makaroninya al dente tumis bombay + kornet sampai harum
3. Makaroni ditiriskan, campurkan susu, keju parut, lada, telur, dan penyedap rasa
4. Aduk aduk tambahkan kornet dan bombay sampai rata
5. Cetak masukkan adonan makaroni ke dalam alumunium foil, ditata jangan terlalu penuh. Taburkan keju parut lagi diatasnya
6. Dikukus kurang lebih 15 menit. Angkat dan hidangkan dengan saos sambal selagi hangat.


Gampang bangeeeeeeet kan cara buatnya? Nah makaroni schotel ini cocok dimakan buat camilan, kalo lagi males buat makan berat tapi pengen makan. Nah si macaroni schotel ini pas banget nih. Oiya buat anak kost juga bisa banget dicoba nih. Btw ini macaroni schot versi low costnya ya hehe maklum saya juga mahasiswi :(
So jangan lupa dicoba yaaa, sampai bertemu si posting selanjutnya. See you! ♥♥

Resep Mac n Cheese


 Gambar : http://food.fnr.sndimg.com

Macaroni? Siapa sih yang nggak suka? Apalagi ditambah keju hmmmm yummy. Sound so good for our tummies. Disamping mengenyangkan dan enak, mac n cheese ini gampang banget cara bikinnya lho! Cocok buat kalian yang suka makanan praktis. Eittttss tapi jangan sering-sering ya makan mac n cheese ini, walaupun enak tapi kalau keseringan juga nggak baik bagi tubuh. Daaaaan...... disini saya mau berbagi resep makanan yang biasa saya buat kalo lagi males makan masakan di rumah. So check it out!

Mac n Cheese

Bahan : 
  • Makaroni
  • Bawang bombay 1/2 siung
  • Susu cair full cream secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Minyak goreng 2 sdm
  • Lada 2 sdm 
  • Keju cheddar (parut) sesuai selera 
  • Telur (optional) 
  • Seledri (optional)
Cara Membuat : 
  1. Rebus makaroni selama kurang lebih 8 menit hingga al dente. Tiriskan.
  2. Cincang bawang bombay sampai halus, sisihkan. Panaskan minyak goreng di wajan anti lengket. Tumis bawang bombay hingga harum dan berubah warna kecoklatan.
  3. Masukkan makaroni yang telah ditiriskan dan telur kedalam wajan anti lengket bersama tumisan bawang bombay. Aduk rata sampai harum.
  4. Masukan susu cair full cream bersama keju cheddar yang telah diparut. Tambahkan juga lada dan garam secukupnya. Aduk sampai teksturnya menjadi mengental dan creamy.
  5. Matikan kompor dan taburkan irisan seledri. Hidangkan selagi hangat.

Gimana? Mudah banget kan? So what are you waiting for, cobain dan rasakan dahsyatnya rasa dari si mac n cheese ini. Dijamin bakal ketagihan! 
 
 

Shafira's Crib Template by Ipietoon Cute Blog Design