August 06, 2018

Kuliah Itu Santai? Masa Sih?


       Pertama kali saya mendengar kata kuliah, yang terlintas dalam pikiran saya adalah ‘santai’. Beberapa orang terdekat saya yang mana mereka sudah berkuliah mengatakannya kepada saya, bahwa kuliah tidak seperti dulu. Kuliah saat ini cenderung santai, bisa titip absen, mudah mendapatkan nilai baik dan lain-lain. Saya yang saat itu masih bersekolah di bangku kelas 3 SMA percaya saja dengan kata mereka. Saya tidak mempersiapkan diri untuk berkuliah karena yang saya pikir berkuliah itu santai dan tidak seperti yang orangtua katakan. Hingga saatnya tiba saya melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan, saya sedikit bingung dengan sistem belajar yang jauh berbeda dengan saat bersekolah. Ketika itu pula pikiran ‘kuliah santai’ yang bersarang dibenak saya hilang. Kuliah tetap sama sejak dulu, serius dan tidak ada kata santai di dalamnya.

Gambar: https://www.collegechoice.net

            Kuliah bukan hanya perkara duduk dan absen pun terisi, kuliah yang saya jalani bukan seperti yang orang-orang katakan. Bahkan sejak saya memasuki bangku perkuliahan, saya berpikir ingin rasanya untuk kembali lagi menjadi seorang anak SMA dengan seragam abu-abu. Memang jelas di sekolah jauh lebih banyak aturan dan tata tertib, walaupun demikian belajar dibangku perkuliahan jauh lebih melelahkan dibandingkan dengan saat bersekolah dahulu. Dalam perkuliahan mahasiswa dituntut untuk selalu berpikir kritis, meskipun dosen menjelaskan panjang lebar tentang materi mahasiswa tidak dapat selalu bergantung pada penjelasannya. Dalam mencari materi perkuliahan pun demikian, dosen menyerahkan judul materi lalu kita yang harus berpikir sendiri tentang materi tersebut.
           Di era yang modern ini, perkuliahan pun semakin berkembang ke arah yang lebih maju. Ketika dosen memberikan tugas dan menyuruh mahasiswa untuk mencari bahan belajar, kini telah dipermudah dengan kehadiran internet. Sekarang apapun yang kita cari akan tersedia melalui internet, yang mana fiturnya kini telah berkembang lewat ponsel pintar. Kuliah pada masa kini tidak sesulit dahulu, bahan materi belajar tidak sukar didapatkan. Apa mungkin inilah yang membuat orang-orang berkata bahwa kuliah itu ‘santai’? Menurut saya pribadi perkuliahan walaupun kini tren mencari bahan belajar mudah didapat, kuliah tetap menuntut mahasiswanya berpikir kritis dan memiliki wawasan yang luas. Tidak selalu harus bergantung pada materi yang tersebar luas di internet.
           Memang beberapa materi dapat dicari, namun hal ini tidak harus selalu dilakukan. Jika apapun materi yang dicari tersedia secara percuma di internet, kapan mahasiswa akan berpikir kritis? Mengikuti tren ada baiknya dan ada buruknya, jika memang tren tersebut banyak memunculkan hal yang merugikan dikemudian hari janganlah dilakukan terus menerus. Intinya menurut saya pribadi, perkuliahan itu menuntut mahasiswanya berpikir logis dan kritis dan tidak ada perkuliahan yang ‘santai’ karena semua jenjang pendidikan menuntut keseriusan. Mulai saat ini, mari menjadi mahasiswa yang berpikir logis dan kritis serta jauhi tren yang tidak baik.

8 comments:

  1. Ku suka! semoga bermanfaat untuk banyak orang

    ReplyDelete
  2. Benar sekali, saya setuju dengan anda

    ReplyDelete
  3. Setuju! Semoga bermanfaat untuk mahasiswa mahasiswa

    ReplyDelete
  4. Setuju,dengan Kemajuan teknologi saat ini perkuliahan memudahkan mahasiswa

    ReplyDelete
  5. Menurut saya blog ini sudah bagus dan jelas☺

    ReplyDelete
  6. Mengapa mahasiswa dituntut hrs berpikir kritis ?

    ReplyDelete
  7. Pada paragraf terakhir terdapat kalimat : "Memang beberapa materi dapat dicari, namun hal ini tidak harus selalu dilakukan. Jika apapun materi yang dicari tersedia secara percuma di internet, kapan mahasiswa akan berpikir kritis?"
    Saya kurang setuju dengan kalimat sindiran tersebut karena berpikir kritis tidak ada hubungannya dengan mencari materi di internet. Seharusnya kamu lebih menekankan pada tindakan plagiarismenya, bukan tren mencari materi di internetnya, karena lewat internet kita bisa mendapat banyak sekali jurnal dan ebook yang dapat kita gunakan untuk membantu kita melengkapi tugas kuliah, yang menjadi masalah bukan dimana kita mencari materinya, tapi tindakan plagiarisme nya, karena masih banyak juga mahasiswa yang menjiplak penuh seluruh kalimat maupun paragraf tanpa memberi kredit pada penulis aslinya. Mereka berfikir hanya dengan mencantumkan sumber di daftar pustaka tanpa memberi kutipan dalam kalimat atau paragraf yang dia jiplak itu berarti dia sudah terbebas dari tindak pidana plagiarisme, padahal kenyataannya tidak

    ReplyDelete
  8. Terkadang apa yang kita pikirkan tidak sesuai kenyataan. Tapi mungkin itulah yang terbaik 😊

    ReplyDelete

 

Shafira's Crib Template by Ipietoon Cute Blog Design